Skip to main content

Posts

Showing posts from June, 2020

Negara Kenyang, Otak Disuruh Puasa

 Negara Kenyang, Otak Disuruh Puasa Pemerintah akhirnya mengambil keputusan berani dan visioner: mengutamakan petugas SPPG menjadi PPPK, sementara guru-guru yang sudah puluhan tahun mengabdi dipersilakan melanjutkan pengabdian—dengan status tidak jelas, gaji seadanya, dan doa sebagai tunjangan utama. Logikanya sederhana dan sangat membumi: perut tidak bisa menunggu, otak bisa ditunda. Guru honorer telah bertahun-tahun mendidik generasi, mengajar di ruang kelas bocor, membeli spidol dari uang sendiri, dan tetap tersenyum meski gaji tak sebanding dengan ongkos hidup. Tapi semua itu kalah penting dibanding memastikan nasi tidak terlambat datang. Karena nasi bisa basi, sementara ilmu—menurut negara—bisa disimpan entah sampai kapan. Dalam paradigma baru ini, mencerdaskan kehidupan bangsa tampaknya sudah direvisi. Kini cukup mengenyangkan kehidupan bangsa. Soal cerdas, kritis, dan berakal sehat dianggap bonus opsional. Bahkan mungkin berbahaya, karena orang berakal cenderung bertanya dan...

Masyarakat "Tissue-Basah", Sekali Pakai Dibuang para Petualang Politik

Masyarakat "Tissue-Basah", Sekali Pakai Dibuang para Petualang Politik M asyarakat pemilih ( voters ) sebentar lagi bakal jadi relevan kembali, Dalam Pilkada serentak yang rencananya diselenggarakan pada Desember 2020. Atau kalau pun ditunda, gegara pandemi Covid-19, ya di semester awal 2021. Fenomena masyarakat tissue-basah, sekali dipakai lalu dibuang, bakal muncul lagi. Siklus lima tahunan.  Di mata para petualang   politik , rakyat yang lugu hanyalah dipandang sebagai komoditas lima tahunan. Seperti layaknya tissue-basah, habis dipakai untuk melancarkan jalan menuju kekuasaan ya tinggal dibuang. Sampai jumpa di pemilihan berikutnya.  Politik yang anyir dengan bau uang (mamon) yang disebar untuk menyabot suara Tuhan, itu pun kalau kita percaya bahwa  vox-populi vox-dei  (suara rakyat itu suara Tuhan).  Atau sebelumnya lewat corong kampanye yang sekedar orasi kosong dengan bumbu janji bohong, lantaran niat awalnya memang hanya untuk men...