Negara Kenyang, Otak Disuruh Puasa Pemerintah akhirnya mengambil keputusan berani dan visioner: mengutamakan petugas SPPG menjadi PPPK, sementara guru-guru yang sudah puluhan tahun mengabdi dipersilakan melanjutkan pengabdian—dengan status tidak jelas, gaji seadanya, dan doa sebagai tunjangan utama. Logikanya sederhana dan sangat membumi: perut tidak bisa menunggu, otak bisa ditunda. Guru honorer telah bertahun-tahun mendidik generasi, mengajar di ruang kelas bocor, membeli spidol dari uang sendiri, dan tetap tersenyum meski gaji tak sebanding dengan ongkos hidup. Tapi semua itu kalah penting dibanding memastikan nasi tidak terlambat datang. Karena nasi bisa basi, sementara ilmu—menurut negara—bisa disimpan entah sampai kapan. Dalam paradigma baru ini, mencerdaskan kehidupan bangsa tampaknya sudah direvisi. Kini cukup mengenyangkan kehidupan bangsa. Soal cerdas, kritis, dan berakal sehat dianggap bonus opsional. Bahkan mungkin berbahaya, karena orang berakal cenderung bertanya dan...
Ilustrasi Oleh: Ompu Sarambi Ntara "Senior bukan dewa yang selalu disembah, dan junior bukan kerbau yang selalu di perintah" UNGKAPAN INI LAHIR KARENA penulis terinspirasi dengan sabda seorang aktivis pergerakan yakni Soe Hok Gie, Guru bukan dewa yang selalu disembah dan murid bukan kerbau yang selalu diperintah, dan penulis mereduksinya dalam konteks klasifikasi klas dalam mahasiswa. Sejatinya, dunia kampus bisa disebut sebagai proses transformasi dan pengembangan pengetahuan yang sifatnya ilmiah dan demokratis. Kampus juga menjadi media komunikasi formal yang cenderung membentuk karakter mahasiswa yang beradab serta sebagai sarana pembentuk hubungan emosional antara mahasiwa dengan dosen maupun antara mahasiswa dengan mahasiswa. Kampus juga haruslah menjadi ruang pertarungan argumen dan semacamnya. Tapi terkadang kampus juga dijadikan sebagai tempat pemenuhan nafsu atas tindakan kekerasan yang beriorientasi pada perbudakan. "Senior" dan "Junior" adalah...