Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2020

Negara Kenyang, Otak Disuruh Puasa

 Negara Kenyang, Otak Disuruh Puasa Pemerintah akhirnya mengambil keputusan berani dan visioner: mengutamakan petugas SPPG menjadi PPPK, sementara guru-guru yang sudah puluhan tahun mengabdi dipersilakan melanjutkan pengabdian—dengan status tidak jelas, gaji seadanya, dan doa sebagai tunjangan utama. Logikanya sederhana dan sangat membumi: perut tidak bisa menunggu, otak bisa ditunda. Guru honorer telah bertahun-tahun mendidik generasi, mengajar di ruang kelas bocor, membeli spidol dari uang sendiri, dan tetap tersenyum meski gaji tak sebanding dengan ongkos hidup. Tapi semua itu kalah penting dibanding memastikan nasi tidak terlambat datang. Karena nasi bisa basi, sementara ilmu—menurut negara—bisa disimpan entah sampai kapan. Dalam paradigma baru ini, mencerdaskan kehidupan bangsa tampaknya sudah direvisi. Kini cukup mengenyangkan kehidupan bangsa. Soal cerdas, kritis, dan berakal sehat dianggap bonus opsional. Bahkan mungkin berbahaya, karena orang berakal cenderung bertanya dan...

Hari Ini, Esok, Apakah akan Berharap Perubahan atau Berubah

Hari Ini, Esok, Apakah akan Berharap Perubahan atau Berubah S emua orang di dunia ini sepakat bahwa perubahan itu bukan hanya perlu tapi penting. Banyak orang teriak untuk perubahan tapi sayang, tidak sedikit orang memandang perubahan hanya jargon, hanya spirit. Padahal, mereka tidak melakukan apapun. Di pikiran mereka, perubahan hanya harapan. Berharap ada perubahan atau berharap berubah.  Berharap kotanya berubah jadi kota yang lebih baik. Berharap masyarakatnya makmur. Berharap pemimpinnya si A atau si B. Berharap akan mendapat ini dan itu. Berharap akan mendapat posisi yang uenak nantinya. Berharap dirinya jadi begini, jadi begitu. Berubah, lagi-lagi cuma harapan. Hari ini atau Besok Bisa jadi hanya orang pintar yang paling kencang berteriak pentingnya perubahan. Tapi sungguh, mereka sebenarnya tidak melakukan apapun kecuali rutinitas. Berubah hanya harapan, hanya teriakan. Memang benar. Berapa banyak orang berteriak ingin mengubah segala sesuatu yang...
Tak Ada Totalitas tanpa Loyalitas Pernahkah merasakan di suatu saat, Anda memberikan seluruh kemampuan Anda dalam menyelesaikan pekerjaan Anda tetapi yang didapatkan oleh Anda adalah dikucilkan, dibiarkan bahkan tidak dipedulikan walaupun hanya ucapan terima sekali  padahal jika tidak dilakukan oleh Anda maka akan "kacau balau" semuanya.  Saya rasa, hampir semua orang pernah merasakan hal tersebut. Hanya mungkin kadar dan frekuensinya berbeda - beda. Ada yang hanya sekali, ada yang kadang - kadang dan ada juga yang sangat sering mendapatkan hal tersebut. Sebelum lebih jauh membahas terkait totalitas dan loyalitas, totalitas merupakan suatu tuntutan dalam hal apa saja, totalitas dalam berpikir, berbicara dan juga totalitas dalam berbuat. Ketika seseorang sedang berpikir maka yang dibutuhkan adalah totalitas dalam berpikir, begitu juga dalam berbicara dan bertindak. Bekerja tidak luput dari tuntutan totalitas dalam melakukan suatu pekerjaan. Lalu, apa itu ...