Pariwisata Dompu: 1,8 Miliar
Dompu punya rencana. Bagian dari Misi 4: "Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Potensi Lokal". Salah satu lokomotifnya: Pariwisata. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang memegang kemudi.
Strateginya sudah dirumuskan. Ada promosi. Ada penataan destinasi. Ada pembangunan sarana-prasarana. Juga pemberdayaan masyarakat. Dan pengembangan event. Semua kata-kata standar dalam rencana pariwisata.
Sekarang, mari kita lihat harganya. Berapa uang yang disiapkan Dompu di salah satu tahun (2027) untuk "menjual" tampangnya?
Total Pagu Indikatif untuk Urusan Pariwisata: Rp 1.827.000.000,00. Satu koma delapan miliar rupiah. Tidak besar. Tidak juga kecil sekali. Uang ini dibagi menjadi tiga program utama.
Program pertama, yang paling gemuk: "Peningkatan Daya Tarik Destinasi Pariwisata". Anggarannya: Rp 1.015.000.000. Lebih dari separuh total kue. Tujuannya: "Meningkatnya kunjungan wisata".
Indikatornya jelas: "Persentase Pertumbuhan Kunjungan Wisatawan lebih dari sehari". Mereka tidak mau wisatawan yang hanya lewat. Harus menginap. Targetnya di 2027: tumbuh 30,00%. Naik dari baseline 20,00%.
Program kedua: "Pemasaran Pariwisata". Anggarannya: Rp 507.500.000,00. Sekitar setengah miliar. Tujuannya: "Meningkatnya jangkauan pemasaran". Targetnya: 15,00% "Peningkatan Media Pemasaran Pariwisata".
Program ketiga: "Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif". Ini urusan manusianya. Anggarannya: Rp 304.500.000,00. Indikatornya: "Persentase Pelaku Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang Aktif dan Tervalidasi". Targetnya di 2027: 100%.
Tapi tunggu dulu. Baseline di tahun 2024: 100%. Anda tidak salah baca. Target 100%. Baseline 100%. Artinya, Rp 304,5 Juta itu dianggarkan untuk menjaga agar target tetap 100%. Tidak ada kenaikan. Hanya mempertahankan.
Itu rincian programnya. Sekarang kita lihat target makronya. Target Kinerja Daerah. Apa yang Dompu harapkan dari uang Rp 1,8 Miliar itu?
Pertumbuhan Wisatawan Mancanegara: ditargetkan tumbuh 5%. Peningkatan Wisatawan Nusantara: ditargetkan meningkat 10%.
Ini target yang paling menarik: "Tingkat Hunian Akomodasi (Hotel): Ditargetkan mencapai 15%." Lima belas persen. Itu artinya, dari 100 kamar yang tersedia di Dompu, targetnya adalah 15 kamar terisi. 85 kamar dibiarkan kosong. Target yang sangat... rendah.
Lalu, target yang sesungguhnya. Ujung-ujungnya: uang. Kontribusi Sektor Pariwisata terhadap PDRB: ditargetkan 3,9%. Kontribusi Sektor Pariwisata terhadap PAD: ditargetkan 3,85%.
Uang Rp 1,8 Miliar digelontorkan. Dengan target 15% kamar hotel terisi. Dan harapan PAD naik 3,85%. Begitulah hitung-hitungan di atas kertas.

Comments