Skip to main content

Posts

Negara Kenyang, Otak Disuruh Puasa

 Negara Kenyang, Otak Disuruh Puasa Pemerintah akhirnya mengambil keputusan berani dan visioner: mengutamakan petugas SPPG menjadi PPPK, sementara guru-guru yang sudah puluhan tahun mengabdi dipersilakan melanjutkan pengabdian—dengan status tidak jelas, gaji seadanya, dan doa sebagai tunjangan utama. Logikanya sederhana dan sangat membumi: perut tidak bisa menunggu, otak bisa ditunda. Guru honorer telah bertahun-tahun mendidik generasi, mengajar di ruang kelas bocor, membeli spidol dari uang sendiri, dan tetap tersenyum meski gaji tak sebanding dengan ongkos hidup. Tapi semua itu kalah penting dibanding memastikan nasi tidak terlambat datang. Karena nasi bisa basi, sementara ilmu—menurut negara—bisa disimpan entah sampai kapan. Dalam paradigma baru ini, mencerdaskan kehidupan bangsa tampaknya sudah direvisi. Kini cukup mengenyangkan kehidupan bangsa. Soal cerdas, kritis, dan berakal sehat dianggap bonus opsional. Bahkan mungkin berbahaya, karena orang berakal cenderung bertanya dan...
Recent posts

Berutang Demi Air, Bertaruh pada Cahaya.!!

Berutang Demi Air, Bertaruh pada Cahaya.  Utang..!! Satu kata. Lima huruf. Bagi sebagian orang, ini aib. Bagi Bupati Dompu, ini jalan keluar. Dia memilih jalan ini. Menggadaikan masa depan --dalam hitungan tenor pendek-- demi air yang menetes.  Rencananya sederhana. Meminjam uang. Bukan ke rentenir. Tapi ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Alasannya klise tapi genting: PDAM sedang "Sakit". Lampu jalan mati. Bupati tidak sedang bermain dadu. Dia sedang bertaruh reputas. Ini langkah politik yang berisiko. Bunuh diri? Mungkin. Heroik? Bisa jadi. Tergantung airnya mengalir atau tidak. Mari bicara angka Rp70 Miliar. Itu angka tentatif yang diajukan. Tidak kecil untuk ukuran APBD Dompu yang harus dibagi-bagi. Skemanya pinjaman daerah. Krediturnya PT SMI --BUMN di bawah Kemenkeu yang memang "bank-nya" infrastruktur pemerintah. Realisasinya direncanakan tahun 2026. Kondisi objektifnya memang memprihatinkan. Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) punya rapor un...

Pariwisata Dompu: 1,8 Miliar!!

 Pariwisata Dompu: 1,8 Miliar Dompu punya rencana. Bagian dari Misi 4: "Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Potensi Lokal". Salah satu lokomotifnya: Pariwisata. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang memegang kemudi. Strateginya sudah dirumuskan. Ada promosi. Ada penataan destinasi. Ada pembangunan sarana-prasarana. Juga pemberdayaan masyarakat. Dan pengembangan event. Semua kata-kata standar dalam rencana pariwisata. Sekarang, mari kita lihat harganya. Berapa uang yang disiapkan Dompu di salah satu tahun (2027) untuk "menjual" tampangnya? Total Pagu Indikatif untuk Urusan Pariwisata: Rp 1.827.000.000,00. Satu koma delapan miliar rupiah. Tidak besar. Tidak juga kecil sekali. Uang ini dibagi menjadi tiga program utama. Program pertama, yang paling gemuk: "Peningkatan Daya Tarik Destinasi Pariwisata". Anggarannya: Rp 1.015.000.000. Lebih dari separuh total kue. Tujuannya: "Meningkatnya kunjungan wisata". Indikatornya jelas: "Persentase Per...

Satu Tangan Memotong, Tangan Lain Menawari Utang

Satu Tangan Memotong, Tangan Lain Menawari Utang Saya sedang mencoba memahami sebuah manuver fiskal daerah. Beritanya: Bupati Dompu, Bambang Firdaus, baru saja bersilaturahim ke kantor PT SMI di Jakarta. Ini bukan kunjungan biasa. Latar belakangnya: Tahun 2026, Dompu akan mengalami "pemangkasan" dana transfer (TKDD) dari pusat. Jumlahnya tidak main-main: Rp 199 Miliar. Rp 199 Miliar adalah lubang yang sangat besar di APBD. Ruang gerak Pemda untuk membangun, jadi sempit, kata Bupati. Lalu, apa solusinya? Bupati menyebutnya "terobosan pembiayaan yang bersifat inovatif, kreatif." Saya coba belajar menerjemahkan jargon ini. "Pembiayaan kreatif" dalam konteks ini ternyata berarti: Pinjaman Daerah. Mereka datang ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Siapa PT SMI ini. Ternyata, ini adalah BUMN. Bank investasi. Milik siapa? Di bawah Kementerian Keuangan. Wih, ini lingkaran yang menarik. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memotong dana transfer dengan tangan kirinya...

Kertas Anggaran pendidikan, kepemudaan dan olahraga Dompu 2026

 Kertas Anggaran Pendidikan dan Olahraga 2026 Mari kita lihat angka. Selalu menarik melihat angka-angka dalam dokumen rencana. Kali ini kita bedah Rancangan Anggaran Dompu untuk tahun 2026. Fokusnya: Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga. Di atas kertas, angkanya gemuk. Dinas ini mendapat jatah Rp 407 Miliar. Tepatnya Rp 407.067.841.174. Berapa itu dari total kue APBD? Total belanja daerah Dompu tahun 2026 diproyeksikan Rp 1.476.721.048.949. Kalau dihitung-hitung, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga menyedot 27,57 persen. Lebih dari seperempat kue APBD. Angka yang besar. Sangat besar. Kesan pertama: Dompu sangat memprioritaskan pendidikan. Sesuai mandat konstitusi. Tapi, mari kita lihat isi di dalam Rp 407 Miliar itu. Anggaran dinas ini dibagi dua urusan besar: Pendidikan, lalu Kepemudaan dan Olahraga. Urusan Pendidikan dapat porsi terbesar. Tapi di dalamnya, ada satu program yang menyedot hampir semuanya. Namanya: "Program Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah". Besarnya: Rp ...

RAKYAT MUAK, RAKYAT MELAWAN.

RAKYAT MUAK, RAKYAT MELAWAN. Oleh : Bachrizal Bakhtiar D. Indonesia seolah sedang dipaksa masuk ke dalam babak baru yang penuh ironi. Negeri yang dibangun atas darah dan keringat rakyat kecil, kini justru dikuasai oleh segelintir elit yang sibuk memperkaya diri. Rakyat setiap hari bekerja keras mencari nafkah, namun hasil jerih payahnya dirampas lewat pajak, aturan, dan kebijakan yang lebih berpihak pada kepentingan politik serta keuntungan kelompok tertentu. Kemarahan rakyat bukan tanpa alasan. Di satu sisi, pemerintah menuntut rakyat untuk patuh, membayar pajak, menerima kenaikan harga kebutuhan pokok, dan menanggung beban krisis ekonomi. Namun di sisi lain, elit politik dan pejabat negara tak segan-segan menaikkan gaji, tunjangan, serta mengobral fasilitas mewah atas nama jabatan. Ironi semakin nyata: rakyat disuruh berhemat, sementara para elit berpesta pora, bahkan berjoget ria ditengah penderitaan rakyat. Fenomena ini melahirkan jurang ketidakadilan yang kian menganga. Rakyat mer...

Rekonstruksi Relasi Senior-Junior di Kampus yang Menindas

Ilustrasi Oleh: Ompu Sarambi Ntara  "Senior bukan dewa yang selalu disembah, dan junior bukan kerbau yang selalu di perintah" UNGKAPAN INI LAHIR KARENA penulis terinspirasi dengan sabda seorang  aktivis pergerakan yakni Soe Hok Gie, Guru bukan dewa yang selalu disembah dan murid bukan kerbau yang selalu diperintah, dan penulis mereduksinya dalam konteks klasifikasi klas dalam mahasiswa. Sejatinya, dunia kampus bisa disebut sebagai proses transformasi dan pengembangan pengetahuan yang sifatnya ilmiah dan demokratis. Kampus juga menjadi media komunikasi formal yang cenderung membentuk karakter mahasiswa yang beradab serta sebagai sarana pembentuk hubungan emosional antara mahasiwa dengan dosen maupun antara mahasiswa dengan mahasiswa. Kampus juga haruslah menjadi ruang pertarungan argumen dan semacamnya. Tapi terkadang kampus juga dijadikan sebagai tempat pemenuhan nafsu atas tindakan kekerasan yang beriorientasi pada perbudakan. "Senior" dan "Junior" adalah...