Skip to main content

Negara Kenyang, Otak Disuruh Puasa

 Negara Kenyang, Otak Disuruh Puasa Pemerintah akhirnya mengambil keputusan berani dan visioner: mengutamakan petugas SPPG menjadi PPPK, sementara guru-guru yang sudah puluhan tahun mengabdi dipersilakan melanjutkan pengabdian—dengan status tidak jelas, gaji seadanya, dan doa sebagai tunjangan utama. Logikanya sederhana dan sangat membumi: perut tidak bisa menunggu, otak bisa ditunda. Guru honorer telah bertahun-tahun mendidik generasi, mengajar di ruang kelas bocor, membeli spidol dari uang sendiri, dan tetap tersenyum meski gaji tak sebanding dengan ongkos hidup. Tapi semua itu kalah penting dibanding memastikan nasi tidak terlambat datang. Karena nasi bisa basi, sementara ilmu—menurut negara—bisa disimpan entah sampai kapan. Dalam paradigma baru ini, mencerdaskan kehidupan bangsa tampaknya sudah direvisi. Kini cukup mengenyangkan kehidupan bangsa. Soal cerdas, kritis, dan berakal sehat dianggap bonus opsional. Bahkan mungkin berbahaya, karena orang berakal cenderung bertanya dan...

Dulu dan Sekarang Bergandengan Tangan

Dulu dan Sekarang Bergandengan Tangan
"Reuni Akbar Menjadi Penawar Rindu Alumni SMAN 1 Woja" 

Pelaksanaan kegiatan Reuni Akbar SMAN 1 WoJa, yangg Dulunya SMAN 2 Dompu dalam waktu  dekat ini, mengadakan pertemuan Akbar yang dihadiri oleh para alumni, mulai dari angakatan tahun 1987 sampai dengan angakatan 2016.

Perwakilan Alumni Angkatan 2010, Adi Putra Darmawansah mengatakan bahwa tujuan dari kegiatan reuni akbar ini adalah untuk menyatukan potensi Silaturahim Keluarga Besar Alumni SMAN 1 Woja dari angkatan 1987 - 2016. Tiga puluh (30) angkatan siap Hadir,".



(Adi Putra Darmawasah, Selaku Koordinator Alumni Angkatan 2010 SMAN 1 Woja)

Adapun berapa Visi dan Misi Kegiatan Reuni angakatan 1987 - 2016 Visi, untuk Menyatukan Tali Silaturahim seluruh Keluarga Besar Alumni SMAN 1 Woja. Misinya Meningkatkan solidaritas  komunikasi antara Alumni, Menjalin kerja sama antara Sekolah, Ikatan Alumni dan Pembentukan organisasi Ikatan Alumni (IKA) SMAN 1 Woja.

beberapa kegiatan pertandingan Lomba Bola Voli akan di ikuti team Putri, untuk Technical Meeting tanggal 30 Oktober 2019, Pertandingan diadakan tanggal 01 s/d 15 November 2019 Tempatya Lapangan Volly SMAN 1 Woja. Sementara untuk kegiatan Jalan Santai Rutenya Titik Start, Taman Kota Dompu Finish SMAN 1 Woja Minggu, 17 November 2019 Pukul 06.30 – 11:30

Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan Penghijauan di wilayah sekolah yaitu Tanaman Pohon Mangga, Nangka, Ketapang dengan 3.000 Bibit Pohon di Sekolah yang sudah di siapkan.

sasaran dari acara penghijauan, adalah untuk menciptakan lingkungan sekolah yang hijau dan asri serta memberikan wawasan kecintaan terhadap lingkungan kepada para Siswa SMAN 1 Woja.

Sementara untuk kegiatan Resepsi akan dilakukan pada hari Rabu, 20 November 2019 Pukul 07.00 – 15.30 WITA Tempat SMAN 1 Woja yang akan di ikuti oleh seluruh Alumni Angkatan Tahun 1987 Sampai dgn 2016 (30 Angkatan)

tiada harapan yang paling besar dalam menyukseskan kegiatan ini, yaitu kehadiran para alumni dari mulai angkatan 1987 sampai pada angkatan 2016,

Comments

Popular posts from this blog

Pariwisata Dompu: 1,8 Miliar!!

 Pariwisata Dompu: 1,8 Miliar Dompu punya rencana. Bagian dari Misi 4: "Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Potensi Lokal". Salah satu lokomotifnya: Pariwisata. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang memegang kemudi. Strateginya sudah dirumuskan. Ada promosi. Ada penataan destinasi. Ada pembangunan sarana-prasarana. Juga pemberdayaan masyarakat. Dan pengembangan event. Semua kata-kata standar dalam rencana pariwisata. Sekarang, mari kita lihat harganya. Berapa uang yang disiapkan Dompu di salah satu tahun (2027) untuk "menjual" tampangnya? Total Pagu Indikatif untuk Urusan Pariwisata: Rp 1.827.000.000,00. Satu koma delapan miliar rupiah. Tidak besar. Tidak juga kecil sekali. Uang ini dibagi menjadi tiga program utama. Program pertama, yang paling gemuk: "Peningkatan Daya Tarik Destinasi Pariwisata". Anggarannya: Rp 1.015.000.000. Lebih dari separuh total kue. Tujuannya: "Meningkatnya kunjungan wisata". Indikatornya jelas: "Persentase Per...

Kertas Anggaran pendidikan, kepemudaan dan olahraga Dompu 2026

 Kertas Anggaran Pendidikan dan Olahraga 2026 Mari kita lihat angka. Selalu menarik melihat angka-angka dalam dokumen rencana. Kali ini kita bedah Rancangan Anggaran Dompu untuk tahun 2026. Fokusnya: Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga. Di atas kertas, angkanya gemuk. Dinas ini mendapat jatah Rp 407 Miliar. Tepatnya Rp 407.067.841.174. Berapa itu dari total kue APBD? Total belanja daerah Dompu tahun 2026 diproyeksikan Rp 1.476.721.048.949. Kalau dihitung-hitung, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga menyedot 27,57 persen. Lebih dari seperempat kue APBD. Angka yang besar. Sangat besar. Kesan pertama: Dompu sangat memprioritaskan pendidikan. Sesuai mandat konstitusi. Tapi, mari kita lihat isi di dalam Rp 407 Miliar itu. Anggaran dinas ini dibagi dua urusan besar: Pendidikan, lalu Kepemudaan dan Olahraga. Urusan Pendidikan dapat porsi terbesar. Tapi di dalamnya, ada satu program yang menyedot hampir semuanya. Namanya: "Program Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah". Besarnya: Rp ...

Berutang Demi Air, Bertaruh pada Cahaya.!!

Berutang Demi Air, Bertaruh pada Cahaya.  Utang..!! Satu kata. Lima huruf. Bagi sebagian orang, ini aib. Bagi Bupati Dompu, ini jalan keluar. Dia memilih jalan ini. Menggadaikan masa depan --dalam hitungan tenor pendek-- demi air yang menetes.  Rencananya sederhana. Meminjam uang. Bukan ke rentenir. Tapi ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Alasannya klise tapi genting: PDAM sedang "Sakit". Lampu jalan mati. Bupati tidak sedang bermain dadu. Dia sedang bertaruh reputas. Ini langkah politik yang berisiko. Bunuh diri? Mungkin. Heroik? Bisa jadi. Tergantung airnya mengalir atau tidak. Mari bicara angka Rp70 Miliar. Itu angka tentatif yang diajukan. Tidak kecil untuk ukuran APBD Dompu yang harus dibagi-bagi. Skemanya pinjaman daerah. Krediturnya PT SMI --BUMN di bawah Kemenkeu yang memang "bank-nya" infrastruktur pemerintah. Realisasinya direncanakan tahun 2026. Kondisi objektifnya memang memprihatinkan. Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) punya rapor un...