Negara Kenyang, Otak Disuruh Puasa Pemerintah akhirnya mengambil keputusan berani dan visioner: mengutamakan petugas SPPG menjadi PPPK, sementara guru-guru yang sudah puluhan tahun mengabdi dipersilakan melanjutkan pengabdian—dengan status tidak jelas, gaji seadanya, dan doa sebagai tunjangan utama. Logikanya sederhana dan sangat membumi: perut tidak bisa menunggu, otak bisa ditunda. Guru honorer telah bertahun-tahun mendidik generasi, mengajar di ruang kelas bocor, membeli spidol dari uang sendiri, dan tetap tersenyum meski gaji tak sebanding dengan ongkos hidup. Tapi semua itu kalah penting dibanding memastikan nasi tidak terlambat datang. Karena nasi bisa basi, sementara ilmu—menurut negara—bisa disimpan entah sampai kapan. Dalam paradigma baru ini, mencerdaskan kehidupan bangsa tampaknya sudah direvisi. Kini cukup mengenyangkan kehidupan bangsa. Soal cerdas, kritis, dan berakal sehat dianggap bonus opsional. Bahkan mungkin berbahaya, karena orang berakal cenderung bertanya dan...
Merindu Dari Negeri Jiran "Malaysia"
(Bachrizal Bakhtiar)
Negara ini merupakan negara tetangga yang berbatasan langsung dengan Indonesia di sebelah barat, tepatnya di pulau Sumatera dan pulau Kalimantan. Ulasan sekilas ini akan membahas tentang perjalanan anak muda Dompu-NTB yang merantau menimba ilmu di malaysia.
Secara akar budaya, mayoritas warga asli Malaysia adalah keturunan Melayu. Warga Malaysia keturunan India dan Cina berjumlah lebih sedikit dibandingkan warga Melayu, dalam aktifitas sehari-hari masyarakat malaysia kerap menggunakan bahasa melayu, terkadang di kolaborasikan dengan bahasa inggris sebagai bahasa nomor 2 (Dua) dari negara yang serumpun dengan indonesia. sewalaupun indonesia dan malaysia serumpun, bukan berarti pola kehidupan serta makna bahasa yang digunakan itu sama semuanya, terkadang ada kata dalam pengucapan indonesia digunakan namun memiliki makna yang berbeda, dan masing banyak perbedaan lainya.
Secara akar budaya, mayoritas warga asli Malaysia adalah keturunan Melayu. Warga Malaysia keturunan India dan Cina berjumlah lebih sedikit dibandingkan warga Melayu, dalam aktifitas sehari-hari masyarakat malaysia kerap menggunakan bahasa melayu, terkadang di kolaborasikan dengan bahasa inggris sebagai bahasa nomor 2 (Dua) dari negara yang serumpun dengan indonesia. sewalaupun indonesia dan malaysia serumpun, bukan berarti pola kehidupan serta makna bahasa yang digunakan itu sama semuanya, terkadang ada kata dalam pengucapan indonesia digunakan namun memiliki makna yang berbeda, dan masing banyak perbedaan lainya.
dari nuansa perbedaan itulah yang menjadi sebuah tantangan penyesuaian diri yang dihadapi salah satu pemuda asal Dompu-NTB pada awal dirinya berada di negeri jiran, namun hal itu tidak menjadi sebuah masalah besar bagi ia. pemuda asal Dompu-NTB ini mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan kuliah S2 di malaysia dari pemerintah provinsi NTB untuk mengambil Master Education, fakulty human of developmen dengan program studi Educational Evaluation di salah satu universitas pendidikan di malaysia, yaitu Universitas Pendidikan Sultan Idris (UPSI).
(Bachrizal, Pemuda Dompu-NTB di "Library Tuanku Bainun" UPSI Malaysia)
awal menginjakan kakinya di negeri jiran "Malaysia" rasa syukur terus di panjatkan dalam hati, dengan alasan, yang pertama dapat sampai dengan selamat tampa ada sebuah kendala, serta kedua dapat terpilih menempuh pendidikan di luar negeri. memang, sebagian orang kaya di indonesia sudah biasa masalah kuliah di luar negeri, apalagi kuliahnya di malaysia, namun berbeda dengan pemuda asal Dompu-NTB, yang terlahir dari golongan masyarakat yang tidak mampu, baginya kuliah di luar negeri menjadi sebuah rahmat dan hidayah yang limpahkan oleh Allah SWT pada si pemuda tersebut.
waktu terus berjalan sejak 6 Oktober 2019, pertama kali pemuda itu menginjakkan kakinya di negeri orang, dengan meninggalkan kampung halamanya, serta orang-orang yang di cintai demi jihad dalam menuntut ilmu. di sela kesunyian malam, selalu terselip kerinduan mendalam pemuda itu, sesekali termenung terdiam dan berkata "aku merindu di negeri jiran".
#bersambung..

Comments