Skip to main content

Negara Kenyang, Otak Disuruh Puasa

 Negara Kenyang, Otak Disuruh Puasa Pemerintah akhirnya mengambil keputusan berani dan visioner: mengutamakan petugas SPPG menjadi PPPK, sementara guru-guru yang sudah puluhan tahun mengabdi dipersilakan melanjutkan pengabdian—dengan status tidak jelas, gaji seadanya, dan doa sebagai tunjangan utama. Logikanya sederhana dan sangat membumi: perut tidak bisa menunggu, otak bisa ditunda. Guru honorer telah bertahun-tahun mendidik generasi, mengajar di ruang kelas bocor, membeli spidol dari uang sendiri, dan tetap tersenyum meski gaji tak sebanding dengan ongkos hidup. Tapi semua itu kalah penting dibanding memastikan nasi tidak terlambat datang. Karena nasi bisa basi, sementara ilmu—menurut negara—bisa disimpan entah sampai kapan. Dalam paradigma baru ini, mencerdaskan kehidupan bangsa tampaknya sudah direvisi. Kini cukup mengenyangkan kehidupan bangsa. Soal cerdas, kritis, dan berakal sehat dianggap bonus opsional. Bahkan mungkin berbahaya, karena orang berakal cenderung bertanya dan...

Organisasi Eksternal Dengan Manfaatnya "Kuliah Penting, Organisasi Oke" Part II

Organisasi Eksternal Dengan Manfaatnya
"Kuliah Penting, Organisasi Oke" Part II
(Bachrizal Bakhtiar Binti Abdul Rajak M.Nor)

Proses aktivitas akademisi dikampus tak lepas dengan kegiatan organisasi mahasiswa, berbagai macam organisasi mulai dari minat bakat, intelektualitas, sosial, hingga misi politik bermunculan dengan bermacam ideologinya masing-masing. Mahasiswa yang biasa disebut 'agent of change' atau golongan intelektual serta penyambung lidah masyarakat banyak berkecimpung di dalam organisasi-organisasi kemahasiswaan. Organisasi mahasiswa merupakan sebuah wadah di mana mahasiswa dapat mengembangkan diri, beraktivitas dan menyalurkan minat dan bakat mereka. Organisasi ekstra kampus adalah organisasi yang berada diluar birokrasi kampus. Organisasi ini biasanya berperan sebagai organisasi kader yang wilayah geraknya di seluruh penjuru Indonesia. Hal ini tentu berbeda dengan organisasi intra kampus yang dibatasi oleh kampus yang menjadi tempatnya berada.

(Samping Kiri "Alumni PMII, Tengah "Jurnalis", Samping Kanan " Alumni PMII")

Organisasi ekstra kampus memiliki banyak sekali kelebihan dibanding organisasi intra kampus. Diantara sekian banyak yang menjadi kelebihanya, salah satunya adalah kekuatan jaringannya. Wilayah cakupan yang luas, membuat organisasi mahasiswa ekstra kampus memliki ruang yang luas pula untuk mengepakkan sayapnya dan bergerak sesuai dengan misi yang mereka impikan. Karena tiap kader dari organisasi ini mempunyai misi yang sama, maka atas dasar ini pulalah kader-kadernya merasa memiliki peran yang sama sehingga mampu membuat mereka saling terikat satu sama lain. Keterikatan itulah yang kemudian membuat sebuah hubungan antara kader dari daerah tertentu dengan kader di daerah lainnya secara inten yang kemudian membuat mereka merasa saling menjaga satu sama lainnya.

Kedudukan organisasi kampus biasanya dipandang negatif, keberadaan mereka cenderung tersudutkan di lingkungan kalangan mahasiswa. Meskipun demikian, nampaknya peran mereka di kampus tidak seperti apa yang mahasiswa umum pandang. Bahkan sebagian besar pejabat organisasi intra kampus itu sebenarnya adalah para kader dari organisasi ekstra kampus. Dan keberadaan kader-kader ekstra yang mengawal dan mengatur arah pergerakan mahasiswa intra tersebut, nampaknya tidak akan pernah mampu membuat organisasi tersebut dipandang positif. Karena memang “mindset” yang berkembang di kalangan mahasiswa, adalah bahwa "organisasi ekstra kampus merupakan sebuah wadah masuknya partai politik ke kampus". Memang praduga mereka ini benar untuk sebagian organisasi ekstra kampus. Namun nampaknya tidak dapat digunakan sebagai representasi dari semua organisasi kampus. Karena hanya sebagian kecil organisasi ekstra kampus yang memang dikendalikan oleh partai atau golongan tertentu. sebagian besar organisasi kampus malah justru banyak yang independen dan tidak ada sangkut pautnya dengan partai atau golongan manapun. Meskipun alumni mereka banyak yang aktif di partai politik

Banyaknya kader ekstra kampus yang memegang jabatan penting di kampus nampaknya tak lepas dari pola kaderisasi yang diterapkan di organisasi ekstra. Pola kaderisasi yang ada di organisasi ekstra memang terkadang agak terkesan tidak jelas. Semua proses kaderisasi didasarkan atas asas kekeluargaan dan tidak terikat pada momen atau kegiatan tertentu saja. Bahkan waktu kaderisasinya pun sepanjang tahun. Hal ini tentu membuat sebagian besar kader dari organisasi ini memiliki wawasan yang jauh lebih banyak bila dibanding dengan kader dari organisasi intra yang proses kaderisasinya hanya terbatas pada momen-momen tertentu saja. Memang, pengembangan wawasan itulah yang menjadi titik kunci dari keberhasilan organisasi ekstra kampus dalam mendidik kader-kadernya. Adapun wawasan yang biasanya jauh lebih ditekankan pada proses kaderisasi di ekstra adalah wawasan yang mampu membangun dan menumbuhkan rasa nasionalisme terhadap indonesia.

Gerakan nasionalisme yang tinggi ialah yang dimililiki oleh sebagian besar kader organisasi ekstra kampus. Pasalnya, di organisasi inilah sebenarnya kebanggaan, kecintaan, dan rasa memiliki di tumbuhkan lewat kajian-kajian sederhana terkait nasionalisme. Dari diskusi sederhana itulah semua wawasan tentang nasionalisme didoktrinkan hingga kader-kadernya mampu benar-benar menjiwai gerakan nasionalime mereka. Hal ini sebenarnya mampu mengisi kekurangan yang dimiliki oleh kampus, yaitu kurangnya pendidikan tentang kewarganegraan. Oleh karena itulah sebenarnya, organisasi ekstra kampus ini sangatlah dibutuhkan oleh seorang mahasiswa untuk melengkapi ilmu yang mereka pelajari di kampus

Comments

Popular posts from this blog

Pariwisata Dompu: 1,8 Miliar!!

 Pariwisata Dompu: 1,8 Miliar Dompu punya rencana. Bagian dari Misi 4: "Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Potensi Lokal". Salah satu lokomotifnya: Pariwisata. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang memegang kemudi. Strateginya sudah dirumuskan. Ada promosi. Ada penataan destinasi. Ada pembangunan sarana-prasarana. Juga pemberdayaan masyarakat. Dan pengembangan event. Semua kata-kata standar dalam rencana pariwisata. Sekarang, mari kita lihat harganya. Berapa uang yang disiapkan Dompu di salah satu tahun (2027) untuk "menjual" tampangnya? Total Pagu Indikatif untuk Urusan Pariwisata: Rp 1.827.000.000,00. Satu koma delapan miliar rupiah. Tidak besar. Tidak juga kecil sekali. Uang ini dibagi menjadi tiga program utama. Program pertama, yang paling gemuk: "Peningkatan Daya Tarik Destinasi Pariwisata". Anggarannya: Rp 1.015.000.000. Lebih dari separuh total kue. Tujuannya: "Meningkatnya kunjungan wisata". Indikatornya jelas: "Persentase Per...

Kertas Anggaran pendidikan, kepemudaan dan olahraga Dompu 2026

 Kertas Anggaran Pendidikan dan Olahraga 2026 Mari kita lihat angka. Selalu menarik melihat angka-angka dalam dokumen rencana. Kali ini kita bedah Rancangan Anggaran Dompu untuk tahun 2026. Fokusnya: Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga. Di atas kertas, angkanya gemuk. Dinas ini mendapat jatah Rp 407 Miliar. Tepatnya Rp 407.067.841.174. Berapa itu dari total kue APBD? Total belanja daerah Dompu tahun 2026 diproyeksikan Rp 1.476.721.048.949. Kalau dihitung-hitung, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga menyedot 27,57 persen. Lebih dari seperempat kue APBD. Angka yang besar. Sangat besar. Kesan pertama: Dompu sangat memprioritaskan pendidikan. Sesuai mandat konstitusi. Tapi, mari kita lihat isi di dalam Rp 407 Miliar itu. Anggaran dinas ini dibagi dua urusan besar: Pendidikan, lalu Kepemudaan dan Olahraga. Urusan Pendidikan dapat porsi terbesar. Tapi di dalamnya, ada satu program yang menyedot hampir semuanya. Namanya: "Program Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah". Besarnya: Rp ...

Berutang Demi Air, Bertaruh pada Cahaya.!!

Berutang Demi Air, Bertaruh pada Cahaya.  Utang..!! Satu kata. Lima huruf. Bagi sebagian orang, ini aib. Bagi Bupati Dompu, ini jalan keluar. Dia memilih jalan ini. Menggadaikan masa depan --dalam hitungan tenor pendek-- demi air yang menetes.  Rencananya sederhana. Meminjam uang. Bukan ke rentenir. Tapi ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Alasannya klise tapi genting: PDAM sedang "Sakit". Lampu jalan mati. Bupati tidak sedang bermain dadu. Dia sedang bertaruh reputas. Ini langkah politik yang berisiko. Bunuh diri? Mungkin. Heroik? Bisa jadi. Tergantung airnya mengalir atau tidak. Mari bicara angka Rp70 Miliar. Itu angka tentatif yang diajukan. Tidak kecil untuk ukuran APBD Dompu yang harus dibagi-bagi. Skemanya pinjaman daerah. Krediturnya PT SMI --BUMN di bawah Kemenkeu yang memang "bank-nya" infrastruktur pemerintah. Realisasinya direncanakan tahun 2026. Kondisi objektifnya memang memprihatinkan. Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) punya rapor un...