Skip to main content

Negara Kenyang, Otak Disuruh Puasa

 Negara Kenyang, Otak Disuruh Puasa Pemerintah akhirnya mengambil keputusan berani dan visioner: mengutamakan petugas SPPG menjadi PPPK, sementara guru-guru yang sudah puluhan tahun mengabdi dipersilakan melanjutkan pengabdian—dengan status tidak jelas, gaji seadanya, dan doa sebagai tunjangan utama. Logikanya sederhana dan sangat membumi: perut tidak bisa menunggu, otak bisa ditunda. Guru honorer telah bertahun-tahun mendidik generasi, mengajar di ruang kelas bocor, membeli spidol dari uang sendiri, dan tetap tersenyum meski gaji tak sebanding dengan ongkos hidup. Tapi semua itu kalah penting dibanding memastikan nasi tidak terlambat datang. Karena nasi bisa basi, sementara ilmu—menurut negara—bisa disimpan entah sampai kapan. Dalam paradigma baru ini, mencerdaskan kehidupan bangsa tampaknya sudah direvisi. Kini cukup mengenyangkan kehidupan bangsa. Soal cerdas, kritis, dan berakal sehat dianggap bonus opsional. Bahkan mungkin berbahaya, karena orang berakal cenderung bertanya dan...

Rumah Darah "Konsep Penyelamatan Nyawa Umat"

Rumah Darah "Konsep Penyelamatan Nyawa Umat"

Bachrizal Bakhtiar, S. Pd. (Direktur LSM P3B Dompu)


Setiap manusia yang diciptakan tentu dianugrahi dengan akal dan pikiranya untuk digunakan sebagai mana mestinya, lebih-lebih digunakan untuk berfikir bagaimana menjawab persoalan yang selama ini sulit untuk didapatkan sebuah solusinya. namun tidak jarang pula akal dan pikiran digunakan untuk berfikir bagaimana mencela dan menjatuhkan sesama umat yang diciptakan, buang konsep pemahaman yang salah itu, sebab masih banyak hal yang lain untuk kita lakukan kedepan, termaksud berbicara hal bagaimana berbuat kebaikan dengan berfikir sederhana namun didapatkan manfaatnya oleh orang banyak pada umumnya, khususnya untuk orang terdekat kita. 

Mari kita sejenak untuk merefleksikan diri, apa yang sudah kita lakukan..? lebih-lebih dalam hal membantu sesama, memang harus di akaui banyak hal dan cara untuk membantu sesama, misalnya melakukan kegiatan sosial. Kegiatan sosial adalah salah satu bentuk kepedulian seseorang atau kelompok terhadap individu atau kelompok lain yang dirasa memiliki keterbatasan kondisi. Keterbatasan kondisi ini dapat berupa keterbatasan sandang, pangan, papan, maupun kesehatan/fisik yang disebabkan oleh berbagai kondisi. Misalnya, seperti bencana, penyandang disabilitas, ataupun kondisi keuangan. Kegiatan sosial saat ini dapat dilakukan dengan berbagai cara oleh berbagai golongan. Kegiatan-kegiatan seperti bakti sosial, kunjungan sosial, pemeriksaan kesehatan gratis, maupun gerakan-gerakan seperti gerakan Indonesia mengajar juga merupakan bentuk kepedulian sosial, serta masih banyak cara lainya.

Dal hal-hal seperti apa yang disebutkan diatas, sudah dilakukan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) P3B Dompu, apakah hal itu sudah cukup memuaskan bagi jajaran pengurus P3B.? tentu tidak,,sebab masih banyak hal urgen lainya yang sangat penting untuk dilakukan, termaksud masalah kebutuhan darah, hampir setiap hari masyarakat indonesia, khususnya masyarakat Kabupaten Dompu, selalu dibanjiri dengan kebutuhan darah, siapa yang bisa menjawab kebutuhan darah itu..?, apakah Palang Merah Indonesia (PMI) bisa menjawab, tentu tidak bisa, sebab pada hakikatnya PMI Cabang Dompu selalu mengeluh dengan meningkatnya kebutuhan darah, namun pendonor darah semakin menurun. tentu hal ini menjadi sebuah PR kita bersama sebagai kaum pemuda penggerak dalam menjawab persoalan tersebut. 

LSM P3B Dompu, berhasil menjalankan sebuah program kegiatan, yang diberi nama "Rumah Darah" Rumah Darah adalah salah satu program terbaik yang sudah eksis dan mampu menjawab permasalahan kebutuhan darah oleh pasien-pasien di rumah sakit umum Dompu, program ini, sudah berjalan hampir 1 tahun, dengan model konsep yang sederhana yaitu menyediakan calon pendonor darah dalam sebuah Group Watshapp (WA), sebelum calon pendonor darah masuk dalam group WA, tentu terlebih dahulu butuh sosialisai untuk menerangkan kepada calon pendonor mengenai fungsi group WA itu dibuat, jikalau sudah dipahami dan tertarik untuk bergabung, maka pengurus LSM P3B Dompu mencoba membangun komitmen agar tetap setia dan sedia ketika ada orang yang membutuhkan darah meraka suatu saat nanti, dan setiap 1 orang dalam group rumah darah itu, wajib mengajak 1 orang untuk bergabung menjadi calon pendonor darah, begitu selanjutnya, dan alhamdulilah konsep seperti ini terus berjalan dan sudah banyak didapatkan manfaat oleh masyarakat Dompu pada umumnya. memang konsep yang sederhana, namun pengurus LSM P3B Dompu, akan tetap terus berfikir dengan inovasi-inovasi terbaru dalam menjawab kebutuhan darah yang sudah menjadi bukan rahasia umum lagi.




Comments

Popular posts from this blog

Pariwisata Dompu: 1,8 Miliar!!

 Pariwisata Dompu: 1,8 Miliar Dompu punya rencana. Bagian dari Misi 4: "Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Potensi Lokal". Salah satu lokomotifnya: Pariwisata. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang memegang kemudi. Strateginya sudah dirumuskan. Ada promosi. Ada penataan destinasi. Ada pembangunan sarana-prasarana. Juga pemberdayaan masyarakat. Dan pengembangan event. Semua kata-kata standar dalam rencana pariwisata. Sekarang, mari kita lihat harganya. Berapa uang yang disiapkan Dompu di salah satu tahun (2027) untuk "menjual" tampangnya? Total Pagu Indikatif untuk Urusan Pariwisata: Rp 1.827.000.000,00. Satu koma delapan miliar rupiah. Tidak besar. Tidak juga kecil sekali. Uang ini dibagi menjadi tiga program utama. Program pertama, yang paling gemuk: "Peningkatan Daya Tarik Destinasi Pariwisata". Anggarannya: Rp 1.015.000.000. Lebih dari separuh total kue. Tujuannya: "Meningkatnya kunjungan wisata". Indikatornya jelas: "Persentase Per...

Kertas Anggaran pendidikan, kepemudaan dan olahraga Dompu 2026

 Kertas Anggaran Pendidikan dan Olahraga 2026 Mari kita lihat angka. Selalu menarik melihat angka-angka dalam dokumen rencana. Kali ini kita bedah Rancangan Anggaran Dompu untuk tahun 2026. Fokusnya: Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga. Di atas kertas, angkanya gemuk. Dinas ini mendapat jatah Rp 407 Miliar. Tepatnya Rp 407.067.841.174. Berapa itu dari total kue APBD? Total belanja daerah Dompu tahun 2026 diproyeksikan Rp 1.476.721.048.949. Kalau dihitung-hitung, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga menyedot 27,57 persen. Lebih dari seperempat kue APBD. Angka yang besar. Sangat besar. Kesan pertama: Dompu sangat memprioritaskan pendidikan. Sesuai mandat konstitusi. Tapi, mari kita lihat isi di dalam Rp 407 Miliar itu. Anggaran dinas ini dibagi dua urusan besar: Pendidikan, lalu Kepemudaan dan Olahraga. Urusan Pendidikan dapat porsi terbesar. Tapi di dalamnya, ada satu program yang menyedot hampir semuanya. Namanya: "Program Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah". Besarnya: Rp ...

Berutang Demi Air, Bertaruh pada Cahaya.!!

Berutang Demi Air, Bertaruh pada Cahaya.  Utang..!! Satu kata. Lima huruf. Bagi sebagian orang, ini aib. Bagi Bupati Dompu, ini jalan keluar. Dia memilih jalan ini. Menggadaikan masa depan --dalam hitungan tenor pendek-- demi air yang menetes.  Rencananya sederhana. Meminjam uang. Bukan ke rentenir. Tapi ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Alasannya klise tapi genting: PDAM sedang "Sakit". Lampu jalan mati. Bupati tidak sedang bermain dadu. Dia sedang bertaruh reputas. Ini langkah politik yang berisiko. Bunuh diri? Mungkin. Heroik? Bisa jadi. Tergantung airnya mengalir atau tidak. Mari bicara angka Rp70 Miliar. Itu angka tentatif yang diajukan. Tidak kecil untuk ukuran APBD Dompu yang harus dibagi-bagi. Skemanya pinjaman daerah. Krediturnya PT SMI --BUMN di bawah Kemenkeu yang memang "bank-nya" infrastruktur pemerintah. Realisasinya direncanakan tahun 2026. Kondisi objektifnya memang memprihatinkan. Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) punya rapor un...