Skip to main content

Negara Kenyang, Otak Disuruh Puasa

 Negara Kenyang, Otak Disuruh Puasa Pemerintah akhirnya mengambil keputusan berani dan visioner: mengutamakan petugas SPPG menjadi PPPK, sementara guru-guru yang sudah puluhan tahun mengabdi dipersilakan melanjutkan pengabdian—dengan status tidak jelas, gaji seadanya, dan doa sebagai tunjangan utama. Logikanya sederhana dan sangat membumi: perut tidak bisa menunggu, otak bisa ditunda. Guru honorer telah bertahun-tahun mendidik generasi, mengajar di ruang kelas bocor, membeli spidol dari uang sendiri, dan tetap tersenyum meski gaji tak sebanding dengan ongkos hidup. Tapi semua itu kalah penting dibanding memastikan nasi tidak terlambat datang. Karena nasi bisa basi, sementara ilmu—menurut negara—bisa disimpan entah sampai kapan. Dalam paradigma baru ini, mencerdaskan kehidupan bangsa tampaknya sudah direvisi. Kini cukup mengenyangkan kehidupan bangsa. Soal cerdas, kritis, dan berakal sehat dianggap bonus opsional. Bahkan mungkin berbahaya, karena orang berakal cenderung bertanya dan...

Menunduk Sebagai Bentuk Kita Belajar "Istilah Kata"

MENUNDUK SEBAGAI BENTUK KITA BELAJAR "Istilah Kata"
Bachrizal Bakhtiar

BELAJAR, mempunyai rahasia untuk terus bersemangat. Jika hanya rajin tetapi tiada semangat, tidak akan membuahkan kejayaan cemerlang. Belajar dengan tenang, tekun dan berterusan adalah rahasia ke arah kejayaan cemerlang dalam akademik, khususnya dalam peperiksaan penting yang akan dihadapi. Setiap orang perlu mempunyai semangat dan keyakinan yang kuat untuk mencipta kejayaan cemerlang. Setiap pelajar mempunyai gaya dan cara tersendiri untuk belajar. Namun begitu, kadang-kadang apa-apa yang dipelajari cepat terlupa dan diingati. Rahsia semangat dalam pembelajaran akan membawa kepada kecemerlangan diri dan juga kecemerlangan akademik. Semangat belajar memerlukan kesabaran, ketabahan, kesungguhan berterusan dan juga ketepatan.

(Bintara "Mahasiswa Master Of Education asal Dompu-Bima)

selain dari pada untuk mendapatkan kejayaan cemerlang secara akademik dan lainya, dengan belajar yang baik dan memaknai hal-hal yang di pelajari akan berpengaruh pada sikap serta etika prilaku sehari-hari, namun tidak jarang pula banyak yang kesanya lebih angkuh dan sombong ketika dampak dari belajar menyelimuti perubahan status sosial yang lebih baik, hal ini menjadi sebuah masalah yang patut untuk disadari oleh pemuda yang sedang bergelut di dunia pendidikan lainya, agar tidak bersikap dewa jikalau dihadapan sesama manusia, tetap menjadi manusia yang baik dan menunduk, selaras dengan pepatah "belajarlah dari padi, semakin berisi semakin menunduk", maksud secara singkat dari pepatah tersebut adalah, bagaimana manusia agar sekiranya tetap bersikap sopan pada sesama. 

belajar dari ilmu padi inilah yang menjadi acuan tersendiri bagi beberapa mahasiswa asal Dompu dan Bima yang melajutkan studi master di malaysia saat ini, tidak hanya memahami filosofi dari pepatah mengenai ilmu padi, melainkan implementasi dari pepatah tersebut sudah di terapkan. ini menjadi sebuah contoh teladan bagi beberapa mahasiswa dan pemuda lainya. 

Sikit Berpose "Ice" (nampak wajah lesu,letih namun tetap semangat dalam belajar)

tiada hari tampa belajar menjadi sebuah ciri khas tersendiri bagi beberapa mahasiswa, ini menjadi sebuah cara tersendiri dalam menambah khasanah keilmuan yang di geluti pada bidang program study yang diambil, kembali sarana yang tersedia oleh kampus, menjadi sebuah wadah tempat untuk berkumpul mahasiswa dalam bertukar pendapat dan menyelesaikan tugasan yang disodorkan oleh dosenya masing-masing. ini nampak jelas pada raut wajah yang begitu lesu dan letih. namun dengan iktiar dan semangat yang kuat, akan mampu menyelesaikan sesuatu yang menjadi hal wajib dalam proses perkuliahan, salah satunya adalah tugas. 

satu kata untuk para pelajar asal Bima-Dompu (Indonesia), tetap semangat, satu setan, dua binatang yang menghalau semangat mu, maka tetaplah tersenyum dan lanjutkan iktiar dan semangat itu. 


Comments

Popular posts from this blog

Pariwisata Dompu: 1,8 Miliar!!

 Pariwisata Dompu: 1,8 Miliar Dompu punya rencana. Bagian dari Misi 4: "Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Potensi Lokal". Salah satu lokomotifnya: Pariwisata. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang memegang kemudi. Strateginya sudah dirumuskan. Ada promosi. Ada penataan destinasi. Ada pembangunan sarana-prasarana. Juga pemberdayaan masyarakat. Dan pengembangan event. Semua kata-kata standar dalam rencana pariwisata. Sekarang, mari kita lihat harganya. Berapa uang yang disiapkan Dompu di salah satu tahun (2027) untuk "menjual" tampangnya? Total Pagu Indikatif untuk Urusan Pariwisata: Rp 1.827.000.000,00. Satu koma delapan miliar rupiah. Tidak besar. Tidak juga kecil sekali. Uang ini dibagi menjadi tiga program utama. Program pertama, yang paling gemuk: "Peningkatan Daya Tarik Destinasi Pariwisata". Anggarannya: Rp 1.015.000.000. Lebih dari separuh total kue. Tujuannya: "Meningkatnya kunjungan wisata". Indikatornya jelas: "Persentase Per...

Kertas Anggaran pendidikan, kepemudaan dan olahraga Dompu 2026

 Kertas Anggaran Pendidikan dan Olahraga 2026 Mari kita lihat angka. Selalu menarik melihat angka-angka dalam dokumen rencana. Kali ini kita bedah Rancangan Anggaran Dompu untuk tahun 2026. Fokusnya: Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga. Di atas kertas, angkanya gemuk. Dinas ini mendapat jatah Rp 407 Miliar. Tepatnya Rp 407.067.841.174. Berapa itu dari total kue APBD? Total belanja daerah Dompu tahun 2026 diproyeksikan Rp 1.476.721.048.949. Kalau dihitung-hitung, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga menyedot 27,57 persen. Lebih dari seperempat kue APBD. Angka yang besar. Sangat besar. Kesan pertama: Dompu sangat memprioritaskan pendidikan. Sesuai mandat konstitusi. Tapi, mari kita lihat isi di dalam Rp 407 Miliar itu. Anggaran dinas ini dibagi dua urusan besar: Pendidikan, lalu Kepemudaan dan Olahraga. Urusan Pendidikan dapat porsi terbesar. Tapi di dalamnya, ada satu program yang menyedot hampir semuanya. Namanya: "Program Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah". Besarnya: Rp ...

Berutang Demi Air, Bertaruh pada Cahaya.!!

Berutang Demi Air, Bertaruh pada Cahaya.  Utang..!! Satu kata. Lima huruf. Bagi sebagian orang, ini aib. Bagi Bupati Dompu, ini jalan keluar. Dia memilih jalan ini. Menggadaikan masa depan --dalam hitungan tenor pendek-- demi air yang menetes.  Rencananya sederhana. Meminjam uang. Bukan ke rentenir. Tapi ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Alasannya klise tapi genting: PDAM sedang "Sakit". Lampu jalan mati. Bupati tidak sedang bermain dadu. Dia sedang bertaruh reputas. Ini langkah politik yang berisiko. Bunuh diri? Mungkin. Heroik? Bisa jadi. Tergantung airnya mengalir atau tidak. Mari bicara angka Rp70 Miliar. Itu angka tentatif yang diajukan. Tidak kecil untuk ukuran APBD Dompu yang harus dibagi-bagi. Skemanya pinjaman daerah. Krediturnya PT SMI --BUMN di bawah Kemenkeu yang memang "bank-nya" infrastruktur pemerintah. Realisasinya direncanakan tahun 2026. Kondisi objektifnya memang memprihatinkan. Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) punya rapor un...