Negara Kenyang, Otak Disuruh Puasa Pemerintah akhirnya mengambil keputusan berani dan visioner: mengutamakan petugas SPPG menjadi PPPK, sementara guru-guru yang sudah puluhan tahun mengabdi dipersilakan melanjutkan pengabdian—dengan status tidak jelas, gaji seadanya, dan doa sebagai tunjangan utama. Logikanya sederhana dan sangat membumi: perut tidak bisa menunggu, otak bisa ditunda. Guru honorer telah bertahun-tahun mendidik generasi, mengajar di ruang kelas bocor, membeli spidol dari uang sendiri, dan tetap tersenyum meski gaji tak sebanding dengan ongkos hidup. Tapi semua itu kalah penting dibanding memastikan nasi tidak terlambat datang. Karena nasi bisa basi, sementara ilmu—menurut negara—bisa disimpan entah sampai kapan. Dalam paradigma baru ini, mencerdaskan kehidupan bangsa tampaknya sudah direvisi. Kini cukup mengenyangkan kehidupan bangsa. Soal cerdas, kritis, dan berakal sehat dianggap bonus opsional. Bahkan mungkin berbahaya, karena orang berakal cenderung bertanya dan...
Mimpi Ku Cukup "Sederhana"
(Bermanfaat Untuk Orang Lain)
(Bermanfaat Untuk Orang Lain)
sejak kecil, setiap orang memiliki cita-cita yang tinggi, serupa ingin menjadi polisi, tentara, pilot, dokter dan lainya, namun yang jelas dari semua cita-cita yang ada tentu ingin menjadi yang terbaik. dalam mewujudkan semua cita-cita tersebut, tentu waktu kecil akan senantiasa rajin dan giat untuk belajar, sewalaupun terkadang kita tidak mengetahui apakah setiap cita-cita yang dimiliki akan terwujud kelak.
tidak berfikir panjang, melihat apa yang membuat diri kita tertarik, maka hal itu akan menjadi sebuah cita-cita yang akan kita sebutkan sebelum kita mengetahui arah perjalanan hidup, tekadang semua cita-cita terwujud sesuai dengan apa yang kita inginkan, dari jumlah 100 % manusia, hanya 0,10% yang terwujud cita-cita masa kecilnya, sisanya meleset dari apa yang menjadi cita-cita masa kecil. namun hidup hidup terus berputar, menyediakan sejuta rahasia dalam setiap waktunya. kini saya hanyala seongok daging yang memiliki nama, sejak kecil yang memiliki cita-cita menjadi tentara, namun seiring berjalanya waktu, cita-cita itupun pupus.
kini cita-cita sudah tidak perlu dilakukan lagi, sebab masa itu telah usai, hanya mimpi menjadi orang yang bermanfaat yang berani dilakukan menjelang usia yang semakin menua. semoga mimpi menjadi seseorang yang bermanfaat dapat terwujud suatu saat nanti. pahit manis kerap dihadapi pada setiap proses yang dilewati, terjatuh dalam kesendirian, menjadi sesuatu yang tabuh dialami, tersungkur dan terusir merupakan hal yang pedih, terkadang terlintas dalam sanubari, apakah mimpi-mimpi ku tidak akan terwujud, bisikan-bisikan suport menjadi sebuah harapan yang dinginkan raga, agar bangkit dari keterpurukan pahitnya hidup.
terkadang menyesal terlahir dari rahim miskin, sehingga sangat sulit mewujudkan cita-cita dan mimpi, teriak ku tidak berguna, mengeluh ku tidak berlaku, hanya modal tekat dan semangat juang yang berarti dalam hidup ini, tetesan keringat ayah dan ibu menjadi semangat ku untuk mewujudkan mimpi-mimpi ku, mimpi bukan menjadi tentara,polisi,dokter dan pejabat lainya, mimpi ku cuman menjadi orang yang bermanfaat untuk orang banyak, kenapa sangat sulit tuhan mewujudkanya, apakah mimpi itu salah, apakah untuk menjadi orang yang bermanfaat,harus menjilat, dan cari muka pada para pejabat. pertanyaa-pertanyaan ini terus ku pertanyakan pada diri depan cermin, namun hal itu akhirnya terjawab saat ku melihat tangisan dan penderitaan orang lain yang membutuhkan bantuan, disaat itulah ku mewujudkan mimpiku dengan memberikan apa yang menjadi kebutuhanya semampu ku.
lewat hal-hal sekecil itu, setidaknya diri ini mampu mewujudkan mimpi-mimpi itu, semoga allah menunjukan cara agar diri ini dapat menjadi orang yang bermanfaat untuk orang-orang miskin nantinya. Amin
tidak berfikir panjang, melihat apa yang membuat diri kita tertarik, maka hal itu akan menjadi sebuah cita-cita yang akan kita sebutkan sebelum kita mengetahui arah perjalanan hidup, tekadang semua cita-cita terwujud sesuai dengan apa yang kita inginkan, dari jumlah 100 % manusia, hanya 0,10% yang terwujud cita-cita masa kecilnya, sisanya meleset dari apa yang menjadi cita-cita masa kecil. namun hidup hidup terus berputar, menyediakan sejuta rahasia dalam setiap waktunya. kini saya hanyala seongok daging yang memiliki nama, sejak kecil yang memiliki cita-cita menjadi tentara, namun seiring berjalanya waktu, cita-cita itupun pupus.
kini cita-cita sudah tidak perlu dilakukan lagi, sebab masa itu telah usai, hanya mimpi menjadi orang yang bermanfaat yang berani dilakukan menjelang usia yang semakin menua. semoga mimpi menjadi seseorang yang bermanfaat dapat terwujud suatu saat nanti. pahit manis kerap dihadapi pada setiap proses yang dilewati, terjatuh dalam kesendirian, menjadi sesuatu yang tabuh dialami, tersungkur dan terusir merupakan hal yang pedih, terkadang terlintas dalam sanubari, apakah mimpi-mimpi ku tidak akan terwujud, bisikan-bisikan suport menjadi sebuah harapan yang dinginkan raga, agar bangkit dari keterpurukan pahitnya hidup.
terkadang menyesal terlahir dari rahim miskin, sehingga sangat sulit mewujudkan cita-cita dan mimpi, teriak ku tidak berguna, mengeluh ku tidak berlaku, hanya modal tekat dan semangat juang yang berarti dalam hidup ini, tetesan keringat ayah dan ibu menjadi semangat ku untuk mewujudkan mimpi-mimpi ku, mimpi bukan menjadi tentara,polisi,dokter dan pejabat lainya, mimpi ku cuman menjadi orang yang bermanfaat untuk orang banyak, kenapa sangat sulit tuhan mewujudkanya, apakah mimpi itu salah, apakah untuk menjadi orang yang bermanfaat,harus menjilat, dan cari muka pada para pejabat. pertanyaa-pertanyaan ini terus ku pertanyakan pada diri depan cermin, namun hal itu akhirnya terjawab saat ku melihat tangisan dan penderitaan orang lain yang membutuhkan bantuan, disaat itulah ku mewujudkan mimpiku dengan memberikan apa yang menjadi kebutuhanya semampu ku.
lewat hal-hal sekecil itu, setidaknya diri ini mampu mewujudkan mimpi-mimpi itu, semoga allah menunjukan cara agar diri ini dapat menjadi orang yang bermanfaat untuk orang-orang miskin nantinya. Amin
Comments