Skip to main content

Negara Kenyang, Otak Disuruh Puasa

 Negara Kenyang, Otak Disuruh Puasa Pemerintah akhirnya mengambil keputusan berani dan visioner: mengutamakan petugas SPPG menjadi PPPK, sementara guru-guru yang sudah puluhan tahun mengabdi dipersilakan melanjutkan pengabdian—dengan status tidak jelas, gaji seadanya, dan doa sebagai tunjangan utama. Logikanya sederhana dan sangat membumi: perut tidak bisa menunggu, otak bisa ditunda. Guru honorer telah bertahun-tahun mendidik generasi, mengajar di ruang kelas bocor, membeli spidol dari uang sendiri, dan tetap tersenyum meski gaji tak sebanding dengan ongkos hidup. Tapi semua itu kalah penting dibanding memastikan nasi tidak terlambat datang. Karena nasi bisa basi, sementara ilmu—menurut negara—bisa disimpan entah sampai kapan. Dalam paradigma baru ini, mencerdaskan kehidupan bangsa tampaknya sudah direvisi. Kini cukup mengenyangkan kehidupan bangsa. Soal cerdas, kritis, dan berakal sehat dianggap bonus opsional. Bahkan mungkin berbahaya, karena orang berakal cenderung bertanya dan...

Berbahagialah Seolah Tak Pernah Terluka Wahai Sahabat Ku

"Berbahagialah Seolah Tak Pernah Terluka Wahai Sahabat Ku"


Kau bisa membuat dirimu bahagia meski dalam keadaan terluka, kau bisa membuat dirimu selalu tersenyum walau sebenarnya hatimu sedang tersakiti. Jadilah seseorang yang selalu memperlihatkan kebahagiaan dan selalu menebar senyuman. Meski senyuman itu tidak merubah keadaan namun senyummu membuktikan bahwa jiwamu kuat. karena tidak semua orang bisa terlihat bahagia ketika dirinya sedang terluka dan tidak semua orang bisa tersenyum ketika tersakiti.

Tutupi lukamu dengan tawa kebahagiaan dan keceriaan, dengan seperti itu kau masih bisa melakukan kebaikan walau hanya sebatas dengan tawa bahagiamu. Setidaknya orang lain yang melihtamu bahagia akan merasa bahagia. Berbeda dengan ketika kamu sedih maka mereka pun yang melihatmu akan merasa sedih dan iba karenamu. Simpanlah lukamu untuk dirimu sendiri karena semua hal tidak perlu diumbar dan tidak perlu semua orang tahu

Ada jiwa yang tetap bertahan walau telah begitu banyak ia menginjak duri dalam tiap jejak perjalanan hidupnya, ia pun tetap melangkah walau harus berjingkat dan tertatih menahan perih dan luka-luka itu! Ia bersihkan darah yang mengucur,dan membalutnya dengan kain KEIKHLASAN,mengompresnya dengan KEIMANAN,agar ia tetap mampu berenang dilaut KESABARAN. Tak ada yang ia harapkan dan inginkan selain RIDHA ILAHI. ia pun tetap Tersenyum walau ia tau dia begitu terluka! Namun ia tetap BERSYUKUR atas apapun yang mengujinya, dengan Tawadhu ia berucap” alhamdulilah,justru dengan Ujian ini,aku bisa dekat dengan Allah,betapa sayangnya DIA padaku” Subhanallah. Masih adakah jiwa itu??? Tentu sahabatku. 

masih ada,dan smoga kita mampu Menjadi Jiwa itu, yang tetap Bertahan,tetap kuat,tetap Tabah,tetap Tegar walau dalam titian jejak kita begitu Banyak duri yang Menghadang. Tersenyumlah sahabatku,kita tak perlu risau,tak perlu khawatir karena Allah bersama kita. Percayalah,slama sepenuhnya kita berserah diri,….KITA BISA Dan MAMPU! Yakinlah sayang. Yakinlah sahabatku, selama kita terus mendekat kepada-Nya, Allah akan memeluk kita disaat apapun juga. Duhai jiwa yang kuat lagi Sabar. Tetap tersenyumlah walau engkau sedang terluka, Tebarlah doa-doa itu menjadi Kekuatan Mu, jadikan ALLAH….ALLAH….ALLAH! Sebagai pelindung dan penolongmu. Dengarlah! Sedahsyat apapun Badai yang menerpa,takan ada yang dapat menggoyahkanmu Slama Engkau TETAP TEGUH dengan KEIMANAN & KESABARANMU. 

Sedahsyat apapun lisan menyayat hatimu,namun Jika Allah yang kau Tuju, maka kau akan tetap ikhlas dan Ridha,karena engkau tlah menyerahkan sepenuhnya pada pengadilan Allah, cukup Allah yang menghakiminya tanpa kita harus membenci atau membalasnya. Dengan lapang dada kau akan tetap tersenyum  Apakah kita mampu? kita bisa insyaallah “Semakin engkau terluka semoga semakin dewasa dirimu menjalani hidup”


Comments

Popular posts from this blog

Pariwisata Dompu: 1,8 Miliar!!

 Pariwisata Dompu: 1,8 Miliar Dompu punya rencana. Bagian dari Misi 4: "Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Potensi Lokal". Salah satu lokomotifnya: Pariwisata. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang memegang kemudi. Strateginya sudah dirumuskan. Ada promosi. Ada penataan destinasi. Ada pembangunan sarana-prasarana. Juga pemberdayaan masyarakat. Dan pengembangan event. Semua kata-kata standar dalam rencana pariwisata. Sekarang, mari kita lihat harganya. Berapa uang yang disiapkan Dompu di salah satu tahun (2027) untuk "menjual" tampangnya? Total Pagu Indikatif untuk Urusan Pariwisata: Rp 1.827.000.000,00. Satu koma delapan miliar rupiah. Tidak besar. Tidak juga kecil sekali. Uang ini dibagi menjadi tiga program utama. Program pertama, yang paling gemuk: "Peningkatan Daya Tarik Destinasi Pariwisata". Anggarannya: Rp 1.015.000.000. Lebih dari separuh total kue. Tujuannya: "Meningkatnya kunjungan wisata". Indikatornya jelas: "Persentase Per...

Kertas Anggaran pendidikan, kepemudaan dan olahraga Dompu 2026

 Kertas Anggaran Pendidikan dan Olahraga 2026 Mari kita lihat angka. Selalu menarik melihat angka-angka dalam dokumen rencana. Kali ini kita bedah Rancangan Anggaran Dompu untuk tahun 2026. Fokusnya: Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga. Di atas kertas, angkanya gemuk. Dinas ini mendapat jatah Rp 407 Miliar. Tepatnya Rp 407.067.841.174. Berapa itu dari total kue APBD? Total belanja daerah Dompu tahun 2026 diproyeksikan Rp 1.476.721.048.949. Kalau dihitung-hitung, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga menyedot 27,57 persen. Lebih dari seperempat kue APBD. Angka yang besar. Sangat besar. Kesan pertama: Dompu sangat memprioritaskan pendidikan. Sesuai mandat konstitusi. Tapi, mari kita lihat isi di dalam Rp 407 Miliar itu. Anggaran dinas ini dibagi dua urusan besar: Pendidikan, lalu Kepemudaan dan Olahraga. Urusan Pendidikan dapat porsi terbesar. Tapi di dalamnya, ada satu program yang menyedot hampir semuanya. Namanya: "Program Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah". Besarnya: Rp ...

Berutang Demi Air, Bertaruh pada Cahaya.!!

Berutang Demi Air, Bertaruh pada Cahaya.  Utang..!! Satu kata. Lima huruf. Bagi sebagian orang, ini aib. Bagi Bupati Dompu, ini jalan keluar. Dia memilih jalan ini. Menggadaikan masa depan --dalam hitungan tenor pendek-- demi air yang menetes.  Rencananya sederhana. Meminjam uang. Bukan ke rentenir. Tapi ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Alasannya klise tapi genting: PDAM sedang "Sakit". Lampu jalan mati. Bupati tidak sedang bermain dadu. Dia sedang bertaruh reputas. Ini langkah politik yang berisiko. Bunuh diri? Mungkin. Heroik? Bisa jadi. Tergantung airnya mengalir atau tidak. Mari bicara angka Rp70 Miliar. Itu angka tentatif yang diajukan. Tidak kecil untuk ukuran APBD Dompu yang harus dibagi-bagi. Skemanya pinjaman daerah. Krediturnya PT SMI --BUMN di bawah Kemenkeu yang memang "bank-nya" infrastruktur pemerintah. Realisasinya direncanakan tahun 2026. Kondisi objektifnya memang memprihatinkan. Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) punya rapor un...