Skip to main content

Negara Kenyang, Otak Disuruh Puasa

 Negara Kenyang, Otak Disuruh Puasa Pemerintah akhirnya mengambil keputusan berani dan visioner: mengutamakan petugas SPPG menjadi PPPK, sementara guru-guru yang sudah puluhan tahun mengabdi dipersilakan melanjutkan pengabdian—dengan status tidak jelas, gaji seadanya, dan doa sebagai tunjangan utama. Logikanya sederhana dan sangat membumi: perut tidak bisa menunggu, otak bisa ditunda. Guru honorer telah bertahun-tahun mendidik generasi, mengajar di ruang kelas bocor, membeli spidol dari uang sendiri, dan tetap tersenyum meski gaji tak sebanding dengan ongkos hidup. Tapi semua itu kalah penting dibanding memastikan nasi tidak terlambat datang. Karena nasi bisa basi, sementara ilmu—menurut negara—bisa disimpan entah sampai kapan. Dalam paradigma baru ini, mencerdaskan kehidupan bangsa tampaknya sudah direvisi. Kini cukup mengenyangkan kehidupan bangsa. Soal cerdas, kritis, dan berakal sehat dianggap bonus opsional. Bahkan mungkin berbahaya, karena orang berakal cenderung bertanya dan...

Betulkah Pemuda Sebagai Penentu Masa Depan Bangsa..?

Betulkah Pemuda Sebagai Penentu Masa Depan Bangsa..?


foto Saat (Pendakian Bukit Asa, Malaysia)

 Pemuda adalah generasi baru dalam sebuah komunitas masyarakat untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik” Taufik Abdullah, 1974.

Jika bertanya siapa pemimpin di suatu masyarakat..? Maka jawabannya adalah pemuda. Jika bertanya siapa penentu masa depan masyarakat dan Negara..? Maka jawabannya adalah Pemuda. Ketika didalam sebuah tatanan Negara, pemuda bertindak senonoh, membebas diri dengan ke blablasan tanpa etika. Hal tersebut menjadi peringatan yang menunjukkan sebuah negara diambang kepunahan generasi emas. Ditinjau dalam aspek SDM bahwa yang paling produktif, kreatif dan eksikutif adalah darah pemuda yang mewujudkan masyarakat berkembang atau stagnan dengan masa-masa yang cenderung pasif dalam kehidupan. Pemuda adalah pusat dari segala penjuru dunia, jika pemuda membiarkan dirinya terjerumus dalam pembunuhan, sexs bebas, narkoba dan sejenisnya, bullying, dan mencederai seseorang, kelompok, atau organ demi kepuasaan individualis maka hal tersebut akan membuktikan runtuhnya tatanan masyarakat yang berdampak signifikan terhadap fundamental Negara.

Masyarakat yang dihuni oleh pemuda yang produktif dan kreatif akan berdampak pada pola  kehidupan yang berwarna, maju satu langkah untuk menghadapi jaman yang terus berkembang. Pembentukan karakter adalah menjadi sorotan untuk pemuda sekarang. Jaman yang membawa segudang teknologi canggih mengubah peran dan karakter pemuda. Teknologi memiliki 2 dampak; antara positive dan negative. Sulit untuk mengatakan pemuda sekarang, tidak punya peran dalam masyarakat dan sebaliknya. Karna kita ketahui pemuda sekarang mempunyai idealis yang luar biasa namun belum bisa di salurkan. Dan pemuda belum memaperkan skill dan bakatnya untuk membantu masyarakat yang kini ketinggalan oleh jaman yang menuntut perubahan dan perkembangan pola hidup masyarakat. Alhasil, akan ada dampak besar yang terjadi pada kehidupan masyarakat; kemiskinan, kematian, dan kesehatan dalam kehidupan masyarakat.

(Foto Bersama Pelajar Indonesia dengan Pemuda Malaysia di Bukit Asa, Malaysia)

Pemuda sekarang hanya perlu open book, terampil dan menggunakannya untuk media perubahan di media sosmed yang kini meriah dengan berita Hoax, dan kid jaman Now yang lagi menjadi Trending Topik dalam masyarakat Indonesia. Untuk menjawab itu semua, maka segeralah bergerak wahai pemuda. Tidak ada alasan untuk terus-terusan hanya mengatakan dirinya belum mampu, dirinya belum mendapatkan gelar, dirinya belum ada waktu untuk perubahan. Karena sebenernya, perubahan berawal dari diri kita seorang pemuda yang layak menjadi panutan, pemimpin, penggerak bangsa untuk menentramkan masyarakat yang kini kesusahan dalam pendidikan dan berdampak pada ekonomi dan pola hidup sehat.

Pemuda sebagai elemen penting masyarakat, yang memiliki pandangan luas dalam perkembangan jaman seyogyanya untuk mendorong kesadaran semua elemen-elemen masyarakat untuk terlibat aktif dalam pembentukan pola kehidupan yang terampil, nyaman, dan memanfaatkan sumber daya alam dan skill yang melimpah untuk lebih mensuburkan pengahasilan. Pemuda yang bertitle Sarjana (1,2,3) tidak harus gengsi dengan perannya yang hanya di pedesaan, kita bisa menelaah kisah “Film Sarjana Kambing” yang diperankan oleh Irul sebagai Sarjana yang sering ditertawain oleh banyak orang . “Sarjana kok jadi petani,
sarjana kok angon kambing” 
Irul memberikan telaah yang luar biasa dengan menggunakan ketabahan hati, keuletan, dan selalu berpikir positif dan maju menghadapi penilaian tersebut untuk perubahan, yang akhirnya irul bisa menyumbangkan kontribusi besar dalam mengelola pertanian lebih subur, dan maju dalam teknik pemasaran. Pemuda sekarang serat dengan idealis dari hasil menuntut ilmu di bangku sekolah hingga perkuliahan. Semakin tinggi pendidikannya semakin besar tuntutan adat untuk bekerja yang lebih baik.

Ingat, maksud pekerjaan yang lebih baik bukan karena penghasilan yang besar, duduk di apartemen atau diam menikmati usaha yang sukses untuk dirinya sendri. Melainkan pekerjaan yang mampu membawa lingkungan dan masyarakat menjadi tentram dan bangkit dari ke-pasif-an yang sampai saat ini dihantui oleh tuntutan jaman yang menenggelamkan masyarakat pedesaan.

Comments

Popular posts from this blog

Pariwisata Dompu: 1,8 Miliar!!

 Pariwisata Dompu: 1,8 Miliar Dompu punya rencana. Bagian dari Misi 4: "Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Potensi Lokal". Salah satu lokomotifnya: Pariwisata. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang memegang kemudi. Strateginya sudah dirumuskan. Ada promosi. Ada penataan destinasi. Ada pembangunan sarana-prasarana. Juga pemberdayaan masyarakat. Dan pengembangan event. Semua kata-kata standar dalam rencana pariwisata. Sekarang, mari kita lihat harganya. Berapa uang yang disiapkan Dompu di salah satu tahun (2027) untuk "menjual" tampangnya? Total Pagu Indikatif untuk Urusan Pariwisata: Rp 1.827.000.000,00. Satu koma delapan miliar rupiah. Tidak besar. Tidak juga kecil sekali. Uang ini dibagi menjadi tiga program utama. Program pertama, yang paling gemuk: "Peningkatan Daya Tarik Destinasi Pariwisata". Anggarannya: Rp 1.015.000.000. Lebih dari separuh total kue. Tujuannya: "Meningkatnya kunjungan wisata". Indikatornya jelas: "Persentase Per...

Kertas Anggaran pendidikan, kepemudaan dan olahraga Dompu 2026

 Kertas Anggaran Pendidikan dan Olahraga 2026 Mari kita lihat angka. Selalu menarik melihat angka-angka dalam dokumen rencana. Kali ini kita bedah Rancangan Anggaran Dompu untuk tahun 2026. Fokusnya: Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga. Di atas kertas, angkanya gemuk. Dinas ini mendapat jatah Rp 407 Miliar. Tepatnya Rp 407.067.841.174. Berapa itu dari total kue APBD? Total belanja daerah Dompu tahun 2026 diproyeksikan Rp 1.476.721.048.949. Kalau dihitung-hitung, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga menyedot 27,57 persen. Lebih dari seperempat kue APBD. Angka yang besar. Sangat besar. Kesan pertama: Dompu sangat memprioritaskan pendidikan. Sesuai mandat konstitusi. Tapi, mari kita lihat isi di dalam Rp 407 Miliar itu. Anggaran dinas ini dibagi dua urusan besar: Pendidikan, lalu Kepemudaan dan Olahraga. Urusan Pendidikan dapat porsi terbesar. Tapi di dalamnya, ada satu program yang menyedot hampir semuanya. Namanya: "Program Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah". Besarnya: Rp ...

Berutang Demi Air, Bertaruh pada Cahaya.!!

Berutang Demi Air, Bertaruh pada Cahaya.  Utang..!! Satu kata. Lima huruf. Bagi sebagian orang, ini aib. Bagi Bupati Dompu, ini jalan keluar. Dia memilih jalan ini. Menggadaikan masa depan --dalam hitungan tenor pendek-- demi air yang menetes.  Rencananya sederhana. Meminjam uang. Bukan ke rentenir. Tapi ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Alasannya klise tapi genting: PDAM sedang "Sakit". Lampu jalan mati. Bupati tidak sedang bermain dadu. Dia sedang bertaruh reputas. Ini langkah politik yang berisiko. Bunuh diri? Mungkin. Heroik? Bisa jadi. Tergantung airnya mengalir atau tidak. Mari bicara angka Rp70 Miliar. Itu angka tentatif yang diajukan. Tidak kecil untuk ukuran APBD Dompu yang harus dibagi-bagi. Skemanya pinjaman daerah. Krediturnya PT SMI --BUMN di bawah Kemenkeu yang memang "bank-nya" infrastruktur pemerintah. Realisasinya direncanakan tahun 2026. Kondisi objektifnya memang memprihatinkan. Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) punya rapor un...