Skip to main content

Posts

Showing posts from March, 2020

Negara Kenyang, Otak Disuruh Puasa

 Negara Kenyang, Otak Disuruh Puasa Pemerintah akhirnya mengambil keputusan berani dan visioner: mengutamakan petugas SPPG menjadi PPPK, sementara guru-guru yang sudah puluhan tahun mengabdi dipersilakan melanjutkan pengabdian—dengan status tidak jelas, gaji seadanya, dan doa sebagai tunjangan utama. Logikanya sederhana dan sangat membumi: perut tidak bisa menunggu, otak bisa ditunda. Guru honorer telah bertahun-tahun mendidik generasi, mengajar di ruang kelas bocor, membeli spidol dari uang sendiri, dan tetap tersenyum meski gaji tak sebanding dengan ongkos hidup. Tapi semua itu kalah penting dibanding memastikan nasi tidak terlambat datang. Karena nasi bisa basi, sementara ilmu—menurut negara—bisa disimpan entah sampai kapan. Dalam paradigma baru ini, mencerdaskan kehidupan bangsa tampaknya sudah direvisi. Kini cukup mengenyangkan kehidupan bangsa. Soal cerdas, kritis, dan berakal sehat dianggap bonus opsional. Bahkan mungkin berbahaya, karena orang berakal cenderung bertanya dan...
Musim Politik, Terkadang "SETIAP KATA-KATA" Mengandung Sampah "Bachrizal Bakhtiar" Politik kita hampir tidak lagi dilihat sebagai taktik yang baik untuk memperoleh pemimpin yang berkualitas dalam pelukan demokrasi. Merakyat tetapi justru  menggunakan taktik yang buruk untuk mencapai kekuasaan. Propaganda, kebohongan, iklan politik dengan penekanan berlebihan pada penampilan luar, manipulasi, pengerahan massa dan politik partisan. Inilah realitas politik yang santer terdengar di tengah arus pusaran politik saat ini.   Hampir setiap dekade, perjalanan politik kita dinilai buruk karena tidak sesuai dengan keutamaan moral politik.  Politik yang diisi dengan janji yang mengarah kepada kebohongan. Hal ini menjadi catatan penting untuk para aktor.  Apa gunanya berteriak jika hanya untuk menyebarkan kebohongan? Janji,  Politik dan janji memang tidak dapat dipisahkan, mereka adalah sepasang “suami-istri” yang tak dapat dipisahkan. Boleh dikatakan, t...
TULISAN RINDU UNTUK KAKEK " Nur Muhamad Aminullah" Kakek, air mataku ini sebagai salam pembuka rinduku padamu yang tak terbendung lagi. Kini aku hanya bisa membayangkan senyum mu yang selalu menawan kala itu walau tanpa gigi. Ingin sekali rasanya merasakan kembali hangatnya pelukan tubuh kekarmu itu. Sungguh aku masih ingat betul pelukan mu yang terakhir kalinya kepadaku. Saat itu aku baru saja cukur rambut seperti halnya anak laki-laki lainnya. Dan kau yang selalu mengendong ku dikala aku menangis. Kini hampir empat tahun sudah kau meninggalkan ku, juga kami sekeluarga. Kau pergi jauh memenuhi takdir Tuhan yang mau tidak mau mesti kau penuhi. Saat itu rasanya aku ingin sekali marah kepada Tuhan yang telah memisahkan kita kepada dimensi yang berbeda. Hingga aku tak lagi bisa mendengar suara emas mu saat menimang-nimang aku dikala bayi. Tapi aku pun tersadar, keputusan Tuhan adalah yang terbaik bagimu. Egoku untuk terus bisa bersamamu adalah mustahil. Karena sesun...
Kontribusi Pemuda Pada Pemerintah “Diminta”, Kontribusi  Pemerintah Ke Pemuda “mana”.? (Bachrizal Bakhtiar) Pemerintahan di Indonesia menganut system demokrasi dan Indonesia juga menjunjung tinggi kegiatan penyampaian pendapat. Hal ini berarti penggerak dari pemerintahan sendiri, bukan hanya orang -- orang yang duduk di kursi pemerintahan saja  namun seluruh masyarakat Indonesia juga ikut menentukan masa depan dari Indonesia ini. Masyarakat dapat ikut menentukan masa depan Indonesia dengan memberikan pendapat dan ide - idenya untuk memajukan Indonesia. Saat ini ada banyak sekali cara dan media yang dapat kita gunakan untuk mengutarakan pikiran kita. Terlebih dengan majunya perkembangan teknologi membantu kita dalam menyampaikan pendapat. Sekarang semua orang bias ikut memberikan ide dan pendapatnya tentang program yang dijalankan  pemerintah  dan juga ikut memberi saran atas masalah yang sedang terjadi. Siapapun memiliki kesempatan yang sama dalam menya...
Membangun Budaya Politik Cerdas, Itulah Peran Pemuda. "Bachrizal Bakhtiar" Pemuda merupakan wujud kekuatan potensial yang menyatu dalam tujuan negara yang tertuang dalam UUD 1945 bahwa "Mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia". Terlepas dari segi etimologi atau bukan memang harus kita yakini bahwa kecerdasan generasi bangsa menjadi tanggung jawab negara. Negara diharuskan terlibat penuh dalam pencerdasan kehidupan bangsa. Peran pemuda sangat strategis dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, baik dari segi sosial, ekonomi, budaya, maupun politik. Kesadaran akan pentingnya demokrasi sekarang ini sangat tinggi, hal ini dapat dilihat dari peran serta pemuda. Kualiatas pemuda ialah investasi utama bagi bangsa untuk memenuhi tuntutan politik dalam lingkungan globalisasi yang kian tak terelakan. Pemilu untuk mewujudkan suatu pemerintahan yang mendapat legitimasi luas dari masyarakat, dilaksanakan secara demokratis, adil, jujur...
"Haruskah Ku Rindu, Merindu di Waktu Hujan" Bachrizal Bakhtiar (4 Maret 2020) Memang, banyak orang yang menantikan kehadiran hujan dengan gembira, tapi ada juga yang malah sedih bahkan galau ketika datang hujan. Bahkan, sejumlah orang mendadak teringat kenangan saat hujan membasahi tanah. Ada banyak puisi tentang hujan dengan rindu dan kenangan. Berbagai puisi romantis itu membuat banyak orang yakin hujan erat kaitannya dengan kegalauan. Hubungan antara hujan, kenangan, rindu, dan kegalauan dirasakan oleh siapapun yang pernah jatuh cinta. Nah, tahukah Anda sejak kapan hujan dan kenangan saling bertautan? Kenapa perasaan emosional itu muncul ketika hujan turun? Banyak quotes menyebut hujan terdiri dari 1 persen air dan 99 persen kenangan. Quotes tersebut biasanya dipakai sebagai caption foto atau status galau saat hujan turun. Keterkaitan antara hujan dan kenangan semakin erat karena banyak anak muda yang mengunggah foto hujan lengkap dengan caption sendu. Dikuti...